Mengapa Rekaman Video DSLR Sering Berhenti Di Tengah Jalan?

Kasus seperti ini sering terjadi. Mengapa? Bisa dari kameranya, bisa dari memorinya, bisa juga dari setting-an kameranya. Kamu harus tahu ini!

Durasi Maksimal DSLR Merekam Video adalah 30 Menit

Kalau kamu merekam video dalam durasi panjang. Misalnya merekam sebuah acara seminar, maka kebanyakan DSLR hanya mampu maksimal sampai 30 menit. Setelah itu rekaman akan berhenti.

Hal ini normal. Karena DSLR itu sendiri hanya mengijinkannya sepanjang itu.

Sederhana saja. Karena DSLR bukanlah ‘camcorder’. DSLR fungsi utamanya adalah untuk foto, bukan video. Kemampuannya merekam video hanyalah bonus dari DSLR.

Kalau kamu mau merekam video dengan durasi panjang, 1 atau 2 jam misalnya, memang sebaiknya gunakanlah camcorder.

DSLR akan membatasi rekaman video 30 menit untuk menjaga performa setiap part DSLR agar tidak cepat rusak.

Tapi ada solusinya. Kamu bisa menginstall Magic Lantern ke dalam DSLR agar secara otomatis setelah 30 menit, DSLR melanjutkan rekamannya.

Kecepatan memori terlalu rendah

Kesalahan ini yang banyak terjadi. Kebanyakan pemula asal dalam memilih memori.

Selalu ingat ini: Merekam video tidak sama dengan merekam foto. Merekam video sama seperti memfoto berkali-kali dengan kecepatan tinggi.

Bisa kamu bayangkan bahwa setiap kali foto diambil, sensor kamera harus menyimpan foto tersebut ke dalam memori. Kalau memori tidak cukup cepat untuk menyimpan ‘satu foto’, bagaimana bisa merekam foto (menjadi video) setiap sepersekian detik?

Maka, gunakanlah memori dengan kecepatan tinggi.

Kecepatan kartu memori dibedakan dalam kelas-kelas. Kamu bisa melihatnya di muka memori card (perhatikan angka yang dilingkari huruf C). Kelas 10 misalnya, artinya memori itu punya kecepatan dalam kisaran 10 Mb/s.

Screenshot_6_23_16__04_43

Untuk merekam video, kamu harus menggunakan seminimal-minimalnya kelas 8. Untuk amannya kelas 10. Tapi kalau DSLR kamu memang lebih banyak digunakan untuk video, sebaiknya gunakan memori lebih tinggi dari itu, seperti Sandisk Extreme Pro. Harganya memang cukup mahal, tapi kamu akan merasa puas menggunakannya (bisa sampai merekam 4K).

Baca: Bagaimana membaca kode memory card

Ukuran Video

images-6

Kamu harus selalu sadar bahwa video punya ukuran frame (frame size). Seringkali, ukuran frame ini terlupakan untuk di-setting. Umumnya langsung main rekam.

Semakin besar frame semakin besar juga filenya. Sementara, memori punya keterbatasan dalam menciptakan satu file.

Memori yang ada sekarang hanya mampu menciptakan satu file maksimal 4GB. Lewat dari batas itu, maka DSLR akan menciptakan file baru.

Ingat! File HD punya dua ukuran: 1920 x 1080 dan 1280 x 720. Kalau kamu menggunakan 1920 x 1080 (ukuran paling besar), maka memori kamu akan cepat habis, karena ukuran file lebih besar. Dan akan lebih sering berhenti merekam (setiap sekitar 12 menit).

Maka, kalau kamu ingin menghemat memori dan rekaman video berjalan mulus.. sebaiknya gunakan ukuran frame yang aman. 1280 x 720 sudah cukup bagus (karena ini ukuran yang paling umum di Youtube).

DSLR kepanasan (overheat)

Salah satu juga penyebab DSLR berhenti merekam video adalah karena kepanasan. Wajar, karena DSLR bekerja terus menerus selama kita merekam. Kalau ini terjadi, matikan DSLR beberapa lama lalu nyalakan lagi. Mungkin ini terjadi pada beberapa jenis DSLR, terutama model lama.

Kalau kamu lebih sering merekam video.. sebaiknya upgrade DSLR kamu ke seri yang mumpuni untuk merekam video, seperti Canon 60D, 7D, 5D, Panasonic GH4, atau Sony A7S.

Leave a Reply