[Tutorial Premiere] Supaya Hasil Ekspor Kecil, Begini Caranya!

Selesai ngedit, biasanya orang dibuat pusing dengan berbagai pilihan format saat ekspor.

Sering ada keluhan kalau hasil ekspornya besar. Padahal tujuannya supaya bisa dikopi ke flashdisk, dikirim via internet, atau dishare lewat FB dan Whatsapp.

Juga ada keluhan kalau videonya tidak bisa diputar di perangkat lain.

Semoga artikel ini memberi pencerahan.

Ekspor ke format H.264 (MP4)

screenshot_12_13_16__09_09

H.264 adalah codec video populer yang mendasari hampir semua video yang ada sekarang, baik itu di internet, perangkat mobile, maupun kamera-kamera SLR. Film-film yang kamu dapat dari internet pun hampir pasti codecnya H.264.

Jadi, kalau ditanya, “format apa yang harus saya pake supaya bisa diputar di mana pun?” jawabannya sudah pasti H.264. Karena codec ini sudah jadi standar kebutuhan di semua perangkat digital.

Selain itu, tidak ada codec yang bisa menghasilkan file kecil sekecil H.264. Karena H.264 memang diciptakan supaya video bisa dihantarkan (streaming) lewat internet dan mencukupi kebutuhan perangkat mobile.

Oleh karena itu, lupakan format-format jadul seperti AVI atau Mpeg 2! Karena sekarang adalah era-nya H.264.

Di Premiere, kalau kamu memilih format H.264, filenya otomatis berupa MP4.

Jangan gunakan “High bitrate”

Secara default, ketika kamu pilih format H.264 pertamakali, preset yang terpilih adalah “Match Source – High bitrate”.

Kata High bitrate menunjukkan setelan bit rate dibuat tinggi supaya kualitas video terjaga. Tapi, walaupun kualitas video maksimal, problemnya adalah bit rate yang tinggi akan membuat ukuran file menjadi besar, dan relatif agak berat kalau diputar di perangkat dengan prosesor dan ram yang kurang baik.

Sebaiknya gunakan preset yang lain (dibahas di bawah ini).

screenshot_12_13_16__09_18

Gunakan preset dengan resolusi kecil (360p atau 480p)

screenshot_12_13_16__09_14

Mengekspor menggunakan preset adalah cara termudah untuk mengekspor karena kita tidak perlu lagi mengutak-atik lagi parameter-parameter (yang ada di bawah) secara manual.

Kamu akan menemukan banyak sekali pilihan preset. Preset ini biasanya mengacu pada spesifikasi perangkat-perangkat digital yang ada, seperti Android dan iPhone.

Tapi Anda tidak perlu bingung, preset-preset ini tidak ada hubungannya dengan merk atau jenis HP. Walaupun Anda pilih preset Android, bukan berarti tidak bisa diputar di iPhone atau di perangkat lain.

Yang perlu Anda perhatikan hanya resolusi dan frame rate nya saja.

Contoh, Anda cukup gunakan preset “Android Phone & Tablet – 480p Widescreen 29.97” (perhatikan yang dicetak tebal saja).

480p Widescreen artinya video tersebut akan memiliki tinggi 480 piksel dengan rasio 16:9 (rasio untuk HD). Sedangkan 29.976 adalah frame rate nya.

Setelan ini sudah cukup bagus untuk diputar di HP atau layar-layar kecil dan menghasilkan file yang kecil.

Mengapa tidak full HD?

Yang pasti, semakin tinggi resolusi, semakin besar filenya.

Memang, resolusi paling bagus saat ini adalah Full HD, yaitu 1920 x 1080 piksel (1080p). Tapi faktanya, video yang kamu putar di Youtube dalam keadaan kenceng pun, resolusi maksimalnya paling-paling hanya 1280 x 720 piksel (720p). Di atas itu sudah macet (buffer).

Tapi bukankah resolusi 720 saja sudah bagus banget?

Lagipula, kebanyakan orang hanya memutarnya di HP. Dengan layar sebesar HP, resolusi 480p sudah cukup bagus.

Coba bandingkan besarnya ukuran hasil ekspor pada beberapa resolusi di bawah ini (video berdurasi 5 menit)!

screenshot_12_13_16__08_51-2

Leave a Reply