Permasalahan Video: Video Tidak Bisa Diputar Di Player, Browser, HP, atau TV

Ujung permasalahannya ada di playernya..

  1. Kamu tidak update player (VLC, MP Classic, dll)
  2. Kamu tidak update Flash Player di Firefox, Chrome, dll
  3. Kamu salah beli TV LCD/LED atau belum update firmware-nya

Tapi sebelum ke sana, supaya kamu paham latar belakangnya…

Sebuah player bisa memutar file video kalau:

a. Support dengan container-nya

b. Support dengan codec-nya

Apa yang dimaksud dengan container dan codec?

Container tidak lain adalah ekstensinya. Seperti mp4, avi, mov, flv, mkv, dll.

Sedangkan codec adalah decodernya.

(Codec singkatan dari Coder-Decoder atau Compressor-Decompressor)

Kalau kamu pernah mendengar mpeg-2, mpeg-4, DivX.. itulah codec.

Tentang codec ini saya bahas panjang di artikel ini. Tapi kalau kamu bukan videografer atau editor, tidak usah dibaca. Karena hanya akan membuatmu semakin pusing.

Codec ini yang sering jadi masalah. Karena bisa saja player kamu mendukung berbagai macam file: mp4, mkv, flv, mov, dsb.

Tapi mungkin kamu akan mengalami (atau sekarang mengalami).. suatu ketika ada file mp4 yang tidak bisa diputar. Padahal mp4 yang lain bisa. Mengapa?

Jawabannya.. codecnya pasti lain! Dan player itu tidak bisa membaca codec tersebut.

Pesannya kurang lebih seperti ini:

Codec itu memang tidak kelihatan. Kecuali kamu melihatnya di properties saat video itu diputar.

(contoh di bawah adalah codec yang terbaca di Media Player Classic. Klik menu File > Properties)

Screenshot_041116_045240_AM

Saya ambil contoh kasus yang sekarang sering terjadi.

Hampir semua video yang kamu download di internet memiliki container MP4 dengan codec H.264. Begitupun kalau video itu hasil rekaman sendiri dari smartphone atau kamera SLR.

Codec H.264 adalah codec ‘sejuta umat’ karena sekarang ini ada di hampir semua video online, HP, dan SLR.

Jadi kamu tidak usah khawatir, hampir bisa dipastikan video dengan format MP4 dengan codec H.264 bisa diputar di manapun.

Tapi..

Sekarang ini ada codec terbarunya, yaitu H.265 atau yang disebut HEVC.

Dan sekarang, beberapa penyedia konten video sudah mulai menggunakan codec HEVC. Karena codec ini mendukung resolusi yang lebih tinggi dari HD, yaitu 4K dengan file yang lebih kecil.

Kalau kamu penyuka film.. download-an film (bajakan pastinya :>) sekarang banyak yang menggunakan codec H.265.

Biasanya nama filenya diberi embel-embel x.265 atau hevc.

Screenshot_041116_063904_AM

Buat kamu yang tidak bisa memutarnya, saatnya kamu update player sekarang juga!

Klik link berikut untuk download/update player gratis:

  1. PotPlayer
  2. MPC-HC
  3. VLC

Sama halnya dengan player.. smartphone, DVD player, HD Player, dan TV pun harus mendukung container dan codec terbaru.

Karena itu pastikan sebelum membelinya, baca lebih detil tentang spesifikasinya terutama di bagian format video yang didukung.

Atau kamu bisa meng-update firmware dengan mendownloadnya di situs resminya.

(walaupun tidak semuanya bisa update firmware)

Screenshot_041116_065653_AM

 

Atau cara terakhir..

Kamu harus mengkonversi file-file video tersebut menggunakan software converter ke format yang didukung.

Kalau kamu belum punya softwarenya, software converter berikut gratis:

  1. Any Video Converter
  2. Free HD Video Converter Factory
  3. FreeMake Video Converter
  4. HandBrake

Dengan converter tersebut, ubah ke format video yang paling umum atau lebih spesifik lagi.. yang didukung oleh hardwarenya.

Kalau yang didukung adalah AVI, ubah ke AVI. Kalau yang didukung mp4, ubahlah ke mp4.

Tapi jangan lupa! Ubah juga codec-nya!

Tapi umumnya software converter sekarang sudah menyediakan preset. Pilihan untuk Youtube, iPhone, TV, dll. Jadi tinggal pilih tanpa harus pusing dengan codec.

Share artikel ini kalau bermanfaat! 🙂

 

2 comments

Leave a Reply