Bedanya HD dan Full HD: Pengaruhnya Terhadap Tayangan Yang Kamu Tonton, Edit, Dan Rekam

Mengapa materi ini penting dibahas?

Karena pada umumnya, orang hanya tahu menonton dan merekam. Tapi tidak tahu latar belakang teknisnya..

..berapa resolusinya, berapa kecepatan transfer datanya, berapa gede filenya, dll.

Memang pengaruhnya apa?

Banyak!

Contoh saja..

Banyak penyedia konten Youtube memberi judul “..HD Quality”, dan Kamu dengan bodohnya (maaf) merasa menontonnya dengan kualitas HD. Padahal tidak sama sekali.

Contoh lain..

Rata-rata.. orang yang merekam video menggunakan DSLR tidak pernah melakukan setting kamera terlebih dahulu. Artinya pasrah dengan setting-an kamera yang ada. Dan umumnya, DSLR diset ke resolusi 1920 x 1080 (tanpa ia sadari).

Akhirnya.. video sering berhenti di tengah jalan, dan.. memori habis secepat kilat.

Satu lagi.. Ketika video itu diedit, export-nya berjam-jam!

Jadi mengetahui apa itu HD, Full HD, berapa resolusinya, dan tetek bengek lainnya itu penting agar Kamu tidak salah setting kamera, tidak salah beli monitor, tidak salah rekam, dan bisa menikmati kualitas video yang memang benar-benar berkualitas.

Oke.. kita mulai dari pertanyaan pertama..

Mengapa ada istilah HD (saja) dan Full HD?

Sederhana.. itu ibarat helm half-face dan full-face. Helm yang satu hanya menutup kepala sepotong, yang satu menutup kepala secara penuh. Yang satu lebih besar ukurannya dari yang lain. Dua-duanya sengaja diciptakan supaya kamu bisa memilih, mana yang lebih cocok dan aman untuk kamu pakai.

Maksudnya?

HD disebut Full ketika resolusinya 1920 x 1080 piksel.

Bisa dibilang.. itulah HD yang benar-benar HD.

[notification type=”alert-info” close=”false” ]Piksel adalah ukuran terkecil dari gambar (seperti ubin-ubin yang disusun untuk menutupi lantai). Semakin banyak piksel, semakin tajam gambarnya. [/notification]

Masalahnya.. TIDAK SEMUA alat pemutar support secara penuh dengan resolusi itu. Contohnya hape. Cukup kencangkah hape kamu untuk memutar Full HD? Itu tergantung kecepatan prosesor dan kerapatan layarnya (pixel density)!

Oleh karena itu, pastikan tidak salah membeli hape. Kalau memang ditujukan untuk menkmati tontonan kualitas Full HD, prosesor dan resolusi layar harus memenuhi standar Full HD. Pelajari spek hape, terutama bagian Display. Begitu pun dengan monitor TV, komputer atau laptop.

[notification type=”alert-info” close=”false” ]Jumlah piksel yang bisa ditampung layar hape diukur dalam Pixel Density atau Pixel Per Inch (PPI). Layar besar belum tentu lebih tajam dari layar kecil saat memutar video. Itu tergantung dari angka PPI. Semakin besar angka PPI semakin tajam. Kamu bisa menghitungnya di sini. [/notification]

Selain 1920 x 1080.. ada alternatif ke dua, yaitu HD dengan resolusi 1280 x 720 piksel. Lebih kecil dari 1920 x 1080. Tapi faktanya.. itu lebih support hampir di semua gadget dan player yang ada saat ini.

Jadi intinya.. ada dua jenis HD, 1280 x 720 dan 1920 x 1080. Itulah HD dan Full HD.

Artinya.. kalau video yang kamu tonton tidak memiliki ukuran satu dari dua resolusi di atas.. bisa dipastikan itu BUKAN HD!

Lalu.. 1080p dan 720p itu apa?

Kalau Kamu belum ngeuh.. itulah tinggi dari kedua HD tadi (jumlah piksel secara vertikal).

Sebutan inilah yang paling sering dipakai. Jadi.. kamu hanya perlu mengingat tingginya saja!

720p & 1080p

Maka kamu akan sering menemukan file-file video yang diberi label 1080p atau 720p.

Contoh..

  • Minions (2015) 1080p BRRip 5.1CH 1.4GB nItRo.mkv
  • The Transporter Refueled.2015.720p.BRRip.x264.mp4

Mana yang lebih bagus? Ya sudah pasti 1080p, karena lebih tinggi resolusinya.

Tapi lebih bagus, lebih tajam.. belum tentu cocok untuk kamu. Ada dampak-dampak teknis yang kamu harus paham.

Pengaruh HD dan Full HD di internet

Coba Kamu tonton salah satu video di Youtube ini! Lalu klik icon ‘gerigi’ yang ada di pojok kanan bawah. Perhatikan berapa resolusi yang bisa dimainkan saat ini!

Untitled_Clipping_123115_031708_PM

Kalau tulisannya “Auto 480p”.. artinya kualitas yang paling mampu diputar saat ini (tanpa buffer) adalah 480p, atau 800 x 480 piksel. Artinya belum bisa mencapai kualitas HD (720p atau 1080p).

Kalau kamu penasaran.. coba naikkan ke 720p atau 1080p (klik Quality tersebut untuk membuka pilihannya). Pastinya video langsung berhenti karena “buffer”! Karena internet kamu tidak cukup cepat untuk memutar video dengan resolusi itu.

Kamu butuh setidaknya kecepatan 3 – 5 Mbps untuk bisa menikmati streaming HD. Kalau kamu hanya menggunakan paketan internet 3G, bisa dipastikan kamu tidak bisa menikmati streaming Youtube kualitas HD. Kamu hanya bisa menikmati kualitas SD (480p, 360p, 240p).

[notification type=”alert-info” close=”false” ]SD (Standar Definition) adalah penyebutan untuk resolusi di bawah HD (High Definition).. yaitu di bawah 720p[/notification]

Screenshot_1_21_16__14_35

Kamu bisa mengukur kecepatan internet kamu di sini.

Pengaruh HD dan Full HD di kamera DSLR

DSLR fungsi utamanya sebenarnya untuk menghasilkan foto yang bagus dan profesional. Tapi trend sekarang ini, DSLR justru disulap menjadi ‘camcorder’ untuk syuting videoklip, iklan, dan film.. karena kualitas gambarnya yang memanjakan mata (layaknya melihat foto indah yang bergerak). Baca 5-fakta-penting-tentang-kamera-dslr-penggunaannya-di-dunia-film.

Tapi masih banyak pengguna DSLR yang tidak paham soal video.

Bahwa video berbeda dengan foto.

Mereka umumnya hanya pandai melakukan setting foto: shutter, ISO, dan apperture. Bahkan ukuran foto sendiri sering terabaikan. Tapi untuk video.. mereka pasrah. Tidak melakukan apa pun selain menekan tombol Rec.

Oke.. foto masih bisa di-crop di Photosop. Tapi video??

Ukuran standar video lebih ketat dari foto. Video akan ditonton dalam bidang yang sama dari awal sampai akhir.

Seperti yang sedang kita bahas.. kita hanya diberi pilihan HD: 1920 x 1080 atau 1280 x 720. Dan pilihan itu menentukan kualitas akhir saat video itu ditayangkan.

images-6

Ini yang harus kamu pertimbangkan saat merekam menggunakan DSLR..

  1. Penggunaan memori. Ukuran 1920 x 1080 akan mengkonsumsi penggunaan memori lebih banyak dari 1280 x 720. Bedanya hampir 2x nya. Bisa-bisa kamu akan kehabisan memori sebelum semua momen terrekam. Gunakan kalulator ini untuk menghitungnya (pilih H.264 720 dan H.264 1080 di kolom format).
  2. Kecepatan memori. Merekam dalam ukuran 1980 x 1080 membutuhkan memori yang lebih cepat di banding 1280 x 720. Gunakan memori kelas 10 untuk 1920 x 1080 (baca Panduan Membaca Kode Memori Card).
  3. Spek komputer untuk editing. Kamu harus memperhitungkan rekaman yang akan diedit. Kamu akan kesulitan mengedit video berresolusi 1920 x 1080 kalau komputer atau laptop Kamu hanya Core 2 Duo dan memori 4 GB. Minimal i7 dan memori 8 GB (itu pun belum menghitung efek yang digunakan). Akan dijelaskan di bawah.
  4. Player. Di mana video itu akan tayang? Kalau hanya tayang di Youtube atau hape gunakan 1280 x 720. Selain mengirit memori, proses upload atau kopi akan lebih cepat. Tapi kalau memang untuk diputar di TV 32 inch, untuk iklan komersil, atau film Kamu bisa mempertimbangkan Full HD untuk menjaga kualitas.

 

Pengaruh HD dan Full HD di proses editing

Urusan HD dan Full HD di proses editing lebih kompleks. Karena Kamu akan bergantung pada kemampuan software dan hardwarenya. Dan Kamu bukan hanya harus tahu ukuran video, tapi kamu harus tahu juga jenis codec dan frame rate. (Untuk membatasi topik, codec dan frame rate tidak akan dibahas di sini.)

Mengedit video dengan resolusi 1920 x 1080 (Full HD) butuh spek ekstra.

Sebetulnya kalau sekedar memotong dan menyambung masih bisa menggunakan spek biasa (mudah-mudahan). Core 2 duo misalnya.

Tapi bukankah Kamu ingin memberinya efek, menambahkan teks di atasnya, mengkoreksi warna, dll?

Inilah yang membuat PC akan sangat-sangat lambat. Itu terjadi karena PC harus menyelesaikan proses rendering dengan piksel yang lebih banyak. Akibatnya kalau tidak kuat.. hang atau menutup sendiri. Kalau pun bisa sampai akhir.. proses eksport akan memakan waktu yang tidak sedikit.

Oleh karena itu untuk spek PC biasa.. gunakan format 1280 x 720, agar proses editing lebih ringan.

Bagaimana kalau material video terlanjur dibuat 1920 x 1080? Konversi ke 1280 x 720 terlebih dahulu menggunakan konverter!

Kesimpulan yang harus kamu ingat

Setelah membaca seluruh artikel ini, seharusnya Kamu paham..

  1. HD itu ada dua.. 1920 x 1080 atau disebut 1080p dan 1280 x 720 atau disebut 720p
  2. Yang disebut Full HD adalah 1080p
  3. Biasakan memilih format video, terutama resolusi sebelum merekam.. karena berpengaruh pada kapasitas memori, kecepatan rekam, dan alat editing.
  4. Karena faktanya 1080p belum tentu disupport oleh kebanyakan alat digital.. sebaiknya gunakan 720p.

Selanjutnya.. baca artikel berikut:

  1. Kesalahan-kesalahan Pemula Saat Merekam Video Menggunakan DSLR
  2. Mengedit File Canon DSLR di FCP 7

 

 

6 comments

Leave a Reply