Mengapa Premiere Melakukan “Conforming”?

re title - media cache files

Ketika kamu memasukkan file video ke dalam premiere, kamu lihat ada proses yang berjalan di pojok kanan bawah bertuliskan “Conforming“. Proses ini kadang dianggap mengganggu, karena biasanya gambar dan suara belum keluar sampai prosesnya selesai.

Proses conforming mungkin tampak tidak ada gunanya buat kamu.

Tapi bagi Premiere tidak! Justru ia berusaha membantu.

Proses conforming ada hubungannya dengan file cache.. file-file “sampah” yang justru menjadi andalannya Premiere untuk memperlancar proses editing.

Tapi di sisi lain, file-file ini juga jadi penyebab membengkaknya penggunaan hard disk. Tanpa sadar, hard disk kamu akan habis oleh file-file ini.

Karena itu.. yuk kita bahas! Karena penting.

Mengapa harus conforming?

conforming

Sebetulnya conforming hampir sama dengan proses render, hanya saja dilakukan di awal dan beroperasi secara otomatis ketika kamu import file. Dan proses conforming ini lebih spesial untuk audio (baik file audio yang kamu import seperti mp3 atau dari file video seperti mp4).

Dalam proses conforming, Premiere akan membuat file cache yang diciptakannya sendiri guna memperlancar file yang sedang kamu edit.

Mengapa begitu? Karena format audio yang kamu import belum tentu bisa diputar secara realtime. Dan itu akan menghambat editing. Karena itu file cache ini diciptakan sebagai backupnya.

Biasanya conforming terjadi pada file-file yang terkompres seperti mp3 dan mp4.

Tanpa conforming, Premiere akan sama lemahnya dengan FCP (Final Cut Pro) yang tidak mampu memutar file mp3 atau mp4 langsung di timeline, kecuali dirender atau di-convert lebih dulu.

(Baca mengapa file mp3 harus dikonversi ke aif)

Conforming dan file cache

Proses conforming akan menghasilkan file cache yang tersimpan di dalam folder Media Cache Files.

Folder ini bisa kamu lihat lokasinya di Edit > Preferences > Media.

media cache premiere

Kalau kamu buka foldernya, kamu akan melihatnya isinya seolah penuh dengan file-file “sampah”.

Mereka bukan sampah! Mereka inilah justru yang membantu memperlancar proses editing di Premiere.

premiere cache files

Setiap file yang kamu import akan dipasangkan dengan file cache nya

Salah satu file pentingnya adalah .cfa.

.cfa adalah file audio uncompressed hasil konversi audio dari file yang kamu import.

Mengapa Premiere harus mengkonversi file yang kamu import?

Karena kamu menggunakan salah satu format audio yang terkompress (contohnya mp3). Audio terkompres adalah masalah bagi software editing karena tidak bisa diproses di editing secara realtime. Karena itu Premiere harus mengkonversinya ke format uncompressed.

Kecuali kalau file yang kamu gunakan adalah AIF, WAV atau file video dengan format audio PCM, maka Premiere tidak perlu melakukan conforming. Karena mereka merupakan audio uncompressed. Otomatis file .cfa tidak dibutuhkan.

PCM format audio

File ini tidak di-conforming, karena berupa file PCM (uncompressed)

Selain .cfa, file penting lainnya adalah .pek.

File .pek menyimpan data waveform audio sehingga Premiere bisa menampilkan waveform audio di timeline dengan cepat. Proses pembuatannya terjadi setelah conforming, yaitu “Generating peak..“.

Kalau kamu hapus file .pek ini, otomatis waveformnya akan hilang di timeline.

waveform from pek file

Waveform diperoleh dari file .pek

Conforming hanya sekali

Conforming hanya dilakukan di awal saja saat kamu import pertamakali. Begitu file .cfa dan .pek tercipta, Premiere tidak perlu lagi proses conforming di kemudian hari pada file yang sama. Jadi file tersebut bisa kamu gunakan berulang-ulang di Project manapun tanpa conforming.

Tapi kalau file ini terhapus, misalnya kamu format hard disknya untuk install ulang Windows, atau hard disknya dicabut.. Premiere akan melakukan conforming ulang, karena file cache tidak ditemukan.

Pembengkakan file cache

Walaupun membantu memperlancar proses editing, file-file cache menimbulkan masalah lain. Yaitu memboroskan hard disk.

File .cfa tadi besarnya lebih dari 10x lipat file aslinya (diukur dari audionya). Satu file mp3 3MB, file .cfa nya bisa 30-50 MB. Masih relatif kecil dibanding file video.. tapi, kamu tidak mungkin hanya menggunakan satu atau dua file saja ketika ngedit. Puluhan bahkan ratusan file tanpa sadar mungkin sudah kamu lewati.

Semakin lama, file cache semakin menumpuk. Hingga kamu tidak sadar, satu waktu hard disk kamu habis.

Gambar di bawah adalah contoh PC yang setiap harinya digunakan untuk editing program TV. Setelah beberapa bulan, file cache nya mencapai 400 GB. Wow!

premiere cache huge

Tombol “clean” cache

Katakanlah kamu selesai ngedit, lalu project nya kamu hapus. Apakah file cache ini ikut terhapus? Sayangnya tidak! Mereka akan tetap nongkrong di sana menunggu project lain menggunakannya.

Sementara kamu butuh space hard disk bukan?

Tindakan pertama adalah tombol “Clean” yang ada di Edit > Preferences > Media.

Begitu kamu klik, Premiere akan menelusuri databasenya melihat mana saja dari file-file cache ini yang sudah tidak digunakan, lalu menghapusnya.

Tombol clean untuk membersihkan file cache

Tombol clean untuk membersihkan file cache

Sayangnya, kita tidak bisa banyak berharap dari tombol ini.

Mengapa?

Karena tombol Clean hanya akan menghapus file cache yang source-nya sudah tidak ada di dalam hard disk. Artinya, file-file yang pernah masuk Premiere.. selama kamu masih menyimpan filenya di hard disk, file cache nya (.cfa) tetap bercokol di sana walaupun projectnya sudah kamu hapus.

Menghapus cache secara manual

Cara gampangnya adalah menghapus secara manual.

Buka folder Media Cache.. Select All, Delete!

Menghapus cache tidak membahayakan. Tidak akan membuat project kamu offline.

Hanya saja, Premiere harus melakukan conforming ulang ketika kamu membuka project yang sudah diedit. Dan mungkin kali ini lebih lama, karena Premiere harus membuat file cache pada semua file yang ada di dalam project tersebut.

Jadi hapus saja secara berkala (per berapa bulan), ketika kamu selesai ngedit 100%, dan ketika file cache sudah terlalu memboroskan hard disk.

It’s up to you!

Memindahkan file cache ke hard disk lain

Kamu bisa memindahkan lokasi file cache ke drive lain supaya mudah mengontrolnya. Klik saja tombol Browse, lalu kamu arahkan ke lokasi yang kamu mau.

cache browse location

Untuk PC yang memang digunakan untuk proyek-proyek besar seperti TV atau PH editing memang cara ini disarankan. Karena file cache akan cepat sekali membengkak. Dan disarankan menggunakan hard disk terpisah khusus cache (tidak bercampur dengan data lain) dan menggunakan hard disk kecepatan tinggi (hard disk SSD misalnya). Karena Premiere membutuhkan speed untuk mengakses file-file cache ini.

Kesimpulan dan tips

Dari uraian di atas, ada beberapa catatan yang harus kamu camkan:

  • Proses conforming akan sering terjadi pada file-file dengan format kompresi tinggi (biasanya file-file yang relatif kecil ukurannya): mp3, mp4, file DSLR, GoPro, Smartphone.
  • Proses conforming TIDAK akan terjadi pada file-file kualitas tinggi (biasanya file-file ini lebih besar ukurannya): MOV, codec Apple ProRes, WAV, AIF, MXF.
  • Sebaiknya sering-sering lah kamu tengok folder Media Cache kalau kamu sudah melalui banyak proyek editing. Hapus kalau sudah terlalu banyak.
  • Ada baiknya kamu pindahkan Media Cache ke drive lain supaya mudah mengontrolnya.

Silakan share artikel ini kalau bermanfaat!

Referensi:

http://help.adobe.com/en_US/PremierePro/4.0/WS00AF9E2E-9F99-4aff-8961-1E2F30E9ECCC.html

https://screenlight.tv/blog/the-definitive-guide-to-adobe-premiere-pros-media-cache

http://mediastorm.com/blog/2013/04/01/mediastorm-guide-to-the-adobe-premiere-pro-media-cache-database/

Leave a Reply