Kabar Mengejutkan: FCP X Distop?

Ada rumor yang cukup mengejutkan. Final Cut Pro X bakal distop. Atau, Apple sedang menyiapkan software pengganti yang lebih baik.

Rumor ini saya baca di redsharknews.com.

Final Cut Pro X had been updating on a regular basis and then it just stopped. There are two reasons this happens at Apple: either it’s about to be killed off, or there is something new and better waiting in the wings.

Sebagaimana yang kita tahu, FCP X adalah software editing Apple yang umurnya masih terhitung muda. Release tahun 2011 untuk menggantikan software editingnya yang lama, Final Cut Pro (seri 7 tepatnya).

Hal ini membuat saya berfikir: Apa mungkin karena FCP X ini tidak begitu disukai oleh user?

Ketika release pertamakali.. FCP X menuai kekecewaan penggemar Final Cut Pro. Pasalnya, Apple mengubah total software editingnya jadi lebih ‘aneh’. Lebih kelihatan seperti software ‘rumahan’ ketimbang software pro.

Butuh waktu untuk mengerti ‘jalan pikirannya’ Apple ketika itu.

Saya sendiri mencobanya ketika itu, dan ternyata harus mengubah sedikit kebiasaan ‘cara mengedit’. Tidak adanya konsep track (yang umum di software editing pro) dengan fitur magnetic timeline-nya membuat timeline kelihatan berantakan. Juga tidak ada pemisahan audio dan video dalam track membuat mixing audio sedikit sulit.

magnetic timeline

Tapi walau begitu, saya cukup senang karena software ini terhitung canggih. Ada beberapa fitur yang memudahkan editor melakukan pekerjaannya. Seperti background processing yang membuat editing, render, transcode, dan export bisa berjalan berbarengan (yang kemudian diikuti software-software lain). Audio terlalu tinggi dan rendah bisa dideteksi lebih awal (secara otomatis). Sync otomatis (untuk multicam dan audio terpisah) juga sangat membantu.

Masalahnya, bagi editor-editor profesional (terutama film maker) yang sudah lama terbiasa dengan sofware editing yang sudah umum, beralih ke FCP X agaknya tidak terlalu worth it.

Contoh saja editor senior, Walter Murch .

Walter Murch adalah editor yang berjasa mempopulerkan Final Cut Pro. Ketika Apple menggantinya dengan FCP X, beliau sempat mencobanya. Tapi kelihatannya tidak nyaman. Hal ini memaksa dia kembali ke Avid Media Composer, sampai akhirnya kini menambatkan hatinya ke Adobe Premiere Pro.

(tonton video di bawah ini ketika dia memberikan seminar tentang peralihannya ke Adobe Premiere)

Tentu saja, kalau rumor ini benar, ada kaitannya dengan itu. Bisa jadi, memang FCP X tidak terlalu menjual. Tidak mampu bersaing dengan software-software editing pro yang mempertahankan tradisinya, namun menambah kemampuannya. Kamu bisa membandingkannya dengan market Premiere Pro CC, yang saat ini sedang menjadi idola baru di kalangan editor Hollywood.

Seperti yang disebutkan redsharknews.com..

If you did a show of hands right now in LA with professional post production people you would see between last year and this year the growth segment in adoption of NLE is clearly with Adobe. The needle for FCPX has hardly moved over that same time period. If you could see the hits of a training site like Lynda.com you would also know that Premiere had momentum there as well.

“Kalau kamu bekerja dengan orang-orang profesional di post-produksi, di LA, kamu akan melihat bahwa belakangan ini dan tahun ini, pertumbuhan adopsi NLE (Non-Linear Editing) berpihak pada Adobe. FCPX sendiri sulit maju di tahun yang sama. Kamu bisa melihat bahwa situs-situs tutorial seperti Lynda.com, di sana juga sedang masanya Premiere”.

Tapi, seperti yang biasanya terjadi dalam bisnis Apple.. ada rahasia besar yang sedang disiapkannya. Bisa jadi memang Apple sedang berusaha merebut kembali pasar profesional.

Kita lihat nanti apa rahasianya!

(sumber: http://www.redsharknews.com/post/item/3635-is-something-dramatic-about-to-happen-with-fcp-x)

One comment

Leave a Reply