Editing “Deadpool” Di Adobe Premiere Pro CC

deadpool-gallery-06-gallery-image

Di artikel sebelumnya, saya sudah menceritakan bahwa Adobe Premiere belakangan ini mulai diperhitungan di kancah editing profesional sejak di-relese-nya keluarga Adobe Creative Cloud.

Baca: Studi Banding Software Editing.

Terbukti, film superhero pembuka di tahun ini, “Deadpool” diedit menggunakan Adobe Premiere Pro CC.

Orang yang berhasil membujuk tim editor “Deadpool” untuk menggunakan Adobe Premiere Pro CC ini adalah Vashi Nedomansky.

Dia adalah seorang konsultan editorial.

Tim editor “Deadpool” akhirnya mau menggunakan Premiere Pro karena mereka melihat keberhasilan Nedomansky dalam film “Gone Girl” yang juga menggunakan Premiere Pro.

Kata-kata yang saya kutip di sini adalah hasil wawancara Steve Hullfish dengan Vashi Nedomansky.

“Saya sebelumnya telah bekerja untuk Gone Girl. Sebelum itu juga saya sudah menggunakan Premiere Pro selama 8 tahun. Mulai dari film Bandito Brothers.. PH yang sama yang membuat Need For Speed dan Act of Valor. Awalnya saya tidak yakin, karena begitu ketemu dengan tim Deadpool, mereka bertanya ‘Kenapa kami harus pake Premiere Pro? Kami gak mau. Kami belum pernah dengar.’ Tapi karena Tim Miller (sutradara Deadpool) adalah teman baik David Fincher, dia mau mendengarkan saya kenapa saya berhasil di Gone Girl dan apa kelebihan Adobe.” Kata si Nedomansky.

Lalu kenapa ya mereka mau menggunakan Premiere Pro?

Nedomansky menjelaskan bahwa menurut dia Premiere Pro sangat fleksibel dan sangat mudah dikustomisasi. Begitu engine Mercury diinstall ke Premiere Pro sekitar tahun 2010, sejak itu Premiere memiliki kemampuan membaca semua format dan codec, apa pun itu.

“That opened up being able to cut natively in any format and any codec, that was crazy” kata dia.

Dan itu sangat berguna untuk model editing dengan banyak format.

Film seperti Deadpool bisa menggunakan tidak hanya satu jenis kamera. Tapi banyak kamera. Mereka bisa syuting menggunakan Arri Alexa, Red, Phantom, dan kadang menggunakan DSLR.

“Tidak hanya menghemat waktu dan storage, tapi juga bisa mengedit saat itu juga. Banyak film yang saya kerjakan.. mereka tinggal cabut kartu, masukkan ke project, edit, dan tunjukkan ke sutradara saat itu juga. Ini tidak mungkin kalau menggunakan FCP7 dan Media Composer. Walaupun itu hanya satu shot, kalau kamu tidak perlu transcode, kamu akan lebih cepat selesai dan lebih banyak waktu untuk menghaluskannya.” kata si Nedomansky.

Walaupun begitu, tetap ada kendala di balik itu.

Dia menjelaskan bahwa kendala Premiere Pro umumnya adalah ketika menggunakan Dynamic Link.

Buat kamu yang belum tahu.. Dynamic Link adalah menggunakan project After Effects, Photoshop, atau produk Adobe lainnya langsung di Premiere melalui file projectnya saja (jadi tidak perlu dieksport terlebih). Contoh.. kalau kamu membuat animasi di After Effects, Kamu tidak perlu mengekspornya jadi mov atau yang lain.. melainkan file aep-nya kamu gunakan langsung di timeline Premiere. Dan itu bisa. Normal seperti sudah dieksport.

Kerennya lagi, kalau Kamu mengubah sesuatu di After Effects, itu akan meng-update yang ada di Premiere.

Kendala yang dimaksud oleh Nedomansky di atas adalah.. Dynamic Link kadang membuat membuat mesin editing melambat karena harus memutar file Dynamic Link yang mungkin terlalu banyak efek.

Beruntung karena di Premiere Pro CC terdapat fungsi Render and replace. Prinsipnya adalah, file project AE (atau apa pun itu) akan dieksport ke QuickTime movie (atau yang lain sesuai format yang kamu pilih), kemudian hasilnya akan langsung menggantikan project tadi.

Caranya sangat mudah, kamu tinggal meng-klik-kanan, lalu klik Render and replace.

Kalau ada yang ingin diubah, kamu bisa mengembalikannya dengan meng-klik-kanan dan pilih Restore unrendered.

Itulah juga yang dilakukan oleh Nedomansky dan tim Deadpool untuk memudahkan pekerjaan.

Dia juga menuturkan bahwa dia harus melatih tim editor Deadpool menggunakan Premiere Pro. Karena semuanya adalah editor Avid, dan belum pernah menggunakan Premiere sama sekali.

(Memang rata-rata editor Hollywood enggan beralih dari Avid)

“Jadi saya harus melatih mereka sekitar tiga minggu sebelum mereka kerja. Mereka tidak kenal dengan Premiere. Jadi tugas saya adalah bagaimana mereka beralih ke Premere semudah mungkin” Kata Nedomansky.

Dia terpaksa harus mengkustom Premiere sebanyak 5 set. Karena mereka adalah 5 orang editor pengguna Avid yang bekerja dengan layout masing-masing. Dari mulai layout interface sampai shortcut keyboard.

(Avid Media Composer memang diunggulkan soal ‘customizable’.. jadi editor-editor Avid biasanya akan memiliki cara ngeditnya yang berbeda-beda)

Ada satu kalimat menarik yang bisa editor contoh dari si Nedomansky ini.

Ketika ditanya “Kamu pengguna Avid dan FCP7 juga?”

Dia menjawab..

“Saya menggunakan Avid, FCP7, dan Premiere. Saya sangat terpengaruh oleh ketiga software ini karena sebagai editor, saya ingin dipekerjakan dan ingin mempelajari teknologi ketiganya. Kalau kamu hanya bisa mengatakan ‘saya editor FCP7’ (atau lainnya), maka kamu akan kehilangan pekerjaan. Saya pikir sebagai editor tugas kita adalah mempelajari semuanya, karena kita dipekerjakan untuk gaya penceritaan kita (storytelling), gaya komunikasi kita, bukan karena software editingnya.”

Di blognya.. dia membagikan preset dan template Premiere yang digunakan di Deadpool. Kalau kamu tertarik, kunjungi http://vashivisuals.com/blog/.

Sumber:

www.provideocoalition.com/art-of-the-cut-on-cutting-deadpool-with-premiere-pro-cc

Leave a Reply