Benarkah 4K Lebih Tajam Dari Full HD Di Mata Penonton? Ini Faktanya!

Rupanya sekarang ini, orang-orang sudah mulai gila-gilaan dengan 4K. Entah mereka ngerti dengan seluk beluk teknisnya, atau hanya sekedar pamer (?).

Syuting dengan 4K gampang-gampang saja. Sudah banyak kamera consumer (baca: murah) yang mendukung 4K: GoPro, DJI Osmo, juga smartphone.

Tapi.. apakah 4K memang lebih baik dari Full HD (1080p)?

Kalau dilihat dari ukurannya:

  • Full HD: 1920 x 1080 piksel
  • 4K      : 3840 x 2160 piksel

Betul, harusnya gambarnya lebih tajam. 4K empat kalinya Full HD.

Tapi balik lagi.. semua tayangan jurinya adalah mata.

Kalau kamu nonton film atau video 4K di rumah, entah itu di TV 32 inchi, 40 inchi, atau lebih besar lagi.. bisakah mata kamu bisa membedakan antara 4K dengan Full HD?

Faktanya..

Mata punya batas resolusi

Orang yang matanya minus seperti saya, tidak bisa nonton bioskop tanpa kacamata. Karena tanpa kacamata, tayangan tampak blur dari jarak orang normal nonton.

Tanpa kacamata, saya harus duduk di bangku depan supaya jelas.

Tapi, siapa yang mau nonton bioskop di bangku depan?

Mata seseorang dikatakan masih normal ketika memiliki penglihatan 20/20.

Penglihatan 20/20 maksudnya.. orang yang matanya normal masih bisa membaca huruf-huruf kecil (pada tabel huruf di dokter mata) pada jarak 20 kaki (~ 6 meter).

Sedangkan yang matanya minus, mungkin punya penglihatan 20/40. Artinya harus melihat pada jarak 20 kaki, yang orang normal masih bisa melihatnya di jarak 40 kaki (setengah dari kemampuan mata normal).

Ini bukan soal mata kamu minus atau tidak. Tapi ini hal yang wajar..

..semua mata punya batasan jarak pandang untuk melihat sesuatu dengan jelas.

Dalam kata lain, mata punya batasan resolusi yang mampu dilihatnya.

Coba kamu menjauh dan lihat lagi tabel huruf di atas.

Semakin jauh, Kamu hanya akan melihat itu seperti garis putus-putus saja kan!? Tidak bisa lagi membedakan huruf demi hurufnya.

Kita bahas tadi bahwa 4k empat kalinya Full HD. Artinya ukuran pikselnya 4x lebih kecil kalau ditayangkan pada TV yang sama dengan jarak tonton yang sama.

Artinya.. 4K akan kelihatan lebih tajam dari Full HD, kalau kamu melihatnya dari jarak dekat.

Atau, kamu memiliki TV yang lebih besar.

Kalau tidak, tampak sama saja.

(yang saya maksud ‘lebih tajam’ bukan sekedar melihat objek secara sekilas, tapi kamu melihat tekstur kulit, ketegasan garis, kecerahan warna, dan detil-detil lainnya)

Tapi harus seberapa dekat nontonnya atau seberapa lebar TV-nya?

Pertanyaan yang bagus!

Ukuran layar vs jarak tonton

Fakta yang agak menyedihkan memang bahwa 4K agaknya gak begitu “worth it” untuk penonton di rumah.

(mudah-mudahan saya salah)

Karena.. seperti yang dibahas oleh cnet.com dengan judulnya:

Why Ultra HD 4K TVs are still stupid

..menyebutkan bahwa TV 80 inchi saja belum cukup untuk menikmati tayangan kualitas 4K dari jarak tonton pada umumnya. Tidak akan ada bedanya dengan nonton Full HD.

Grafik di bawah adalah hasil penelitian Carlton Bale yang membandingkan antara jarak tonton dengan ukuran layar agar penonton bisa menikmati resolusi yang sebenarnya.

Bisa dilihat di grafik itu bahwa untuk menikmati kualitas 4K dengan maksimal pada jarak tonton normal, (9 kaki atau 3 meter).. kamu harus mempunyai TV 140 inchi.

Kira-kira kalau diukur dengan badan manusia sebesar ini..

Adakah TV sebesar itu? Saya tidak tahu. Karena saya tidak pernah melihatnya di toko.

Pun kalau ada:

  • Mampukah kamu membelinya?
  • Cukupkah di ruangan TV yang kamu punya?
  • Nyaman atau tidak menonton TV sebesar itu dengan jarak sedekat itu?

Kalau TV kamu hanya 32 inchi, kamu harus menontonnya dari jarak < 1 meter.

Tidak realistis!

Kesimpulannya

Kamu boleh syuting dengan format 4K. Tapi faktanya, penonton di rumah tidak akan siap dengan 4K (untuk bioskop lain cerita).

Karena untuk bisa membedakan 4K dengan Full HD, jarak tonton harus sangat dekat.

Jangan samakan penonton dengan kamu, yang editor, yang bekerja di depan monitor komputer. Editor hanya berjarak 30 senti dari monitor.

Artinya pula, jangan buang-buang uang untuk TV UHD kalau ingin sekedar nonton 4K. Karena perbedaannya tidak akan signifikan.

Seperti yang dinyatakan Carlton Bale (yang membuat grafik tadi)..

“Kalau kamu menggunakan monitor 4K untuk bekerja dengan resolusi tinggi (di depan komputer), oke lah. Di luar itu, simpan uangmu dan beli 1080p saja.”

Bahkan imagingscience.com (perusahaan yang mensertifikasi monitor) menyebutkan bahwa resolusi bukanlah faktor utama yang menentukan kualitas gambar. Secara berurut, inilah faktor penentunya:

  1. Contrast ratio (kontras)
  2. Color saturation (saturasi warna)
  3. Color accuracy (akurasi warna)
  4. Resolution (resolusi)

Jadi resolusi hanya urutan keempat.

Leave a Reply