Arti Warna Render Bar Merah, Kuning, Hijau Di Premiere Pro

Merah itu berhenti, kuning itu hati-hati, hijau itu jalan.

Hehe, itu mah lampu merah di perempatan ya!?

Tapi setidaknya analogi lampu merah itu bisa membantu memahami warna merah-kuning-hijau di render bar Premiere.

Nanti saya jelaskan apa maksudnya.

Sekarang ada yang lebih penting yang harus dijawab dulu: render sendiri itu apa?

Karena kalau pemahaman kamu tentang render gak sama dengan yang dimaksud Premiere, maka percuma bertanya soal tiga warna tadi.

Jadi apa itu render?

Selama ini mungkin kamu pahamnya render itu sebatas ‘nge-render’. Yaitu ketika kamu klik Sequence > Render In to Out, Render Selection, Render Effects, atau yang lainnya. Atau dengan shortcut Enter.

Gak salah memang. Tapi kamu harus paham definisinya dulu secara umum.

Dalam konteks editing, render adalah menciptakan ulang frame (gambar) berdasarkan beberapa input. Input ini bisa berupa hal-hal yang kamu lakukan terhadap gambar. Contohnya ketika kamu mengubah scale gambar pada sebuah klip, maka premiere harus menciptakan frame baru supaya hasilnya bisa ditampilkan di monitor preview. Itu juga disebut render.

Jadi render tidak selalu berupa aksi ‘nge-render’ yang kamu lakukan itu. Premiere juga melakukan rendering saat kamu ‘nge-play’. Tepatnya sesaat sebelum playhead menyentuh frame itu.

Jadi bedanya dengan aksi ‘nge-render’ yang kamu lakukan, Premiere melakukan rendering ‘on the fly’ supaya kamu bisa preview langsung gambarnya. Dan itu dilakukan semampunya dengan menggunakan spek yang kamu punya yang bisa men-support itu (prosesor, memori, VGA), supaya bisa realtime.

Catat itu: realtime!

Masalahnya Premiere tidak selalu bisa melakukan itu secara realtime. Tergantung spek yang kamu punya.

Maka di saat-saat tertentu kamu akan mengalami videonya tersendat-sendat saat nge-play. Itu tandanya Premiere tidak bisa melakukan rendering dengan kualitas terbaiknya secara realtime.

Karena itulah Premiere memberikan tandanya melalui warna: merah, kuning, dan hijau. Untuk memberi tahu mana yang kemungkinan bisa realtime, mana yang tidak.

Ini arti merah, kuning, hijau

Pertama, kamu harus paham dulu yang hijau.

Ketika kamu melakukan render melalui Sequence > Render atau shortcut Enter, Premiere akan melakukan render dan menyimpan hasil render berupa berupa file render. Lalu bagian yang kamu render berubah jadi HIJAU.

Jadi (catet ya), hijau menandakan kalau bagian itu mempunyai file render. Sehingga Premiere tidak perlu melakukan rendering lagi saat nge-play. Dia akan nge-play dari file rendernya.

Coba kamu delete file rendernya! Pasti bagian itu akan berubah lagi jadi merah.

Maka ini selengkapnya arti warna-warna itu:

Hijau: Mempunyai file render. Premiere akan playback dari file render. Playback dengan full quality bisa realtime.

Kuning: Tidak punya file render. Premiere harus melakukan rendering setiap frame saat playback. Playback dengan full quality kemungkinan masih BISA REALTIME.

Merah: Tidak punya file render. Premiere harus melakukan rendering setiap frame saat playback. Playback dengan full quality kemungkinan TIDAK BISA REALTIME.

Tidak berwarna: Tidak punya file render dan memang tidak butuh render. Ini hanya terjadi pada beberapa codec yang memang sangat ‘bersahabat’ dengan editing, seperti Mpeg-2. Playback dengan full quality pasti realtime.

Nah, di sini merah dan kuning masih ada kata “kemungkinan”. Artinya begini:

Yang berwarna hijau atau pun yang tidak berwarna sudah pasti realtime. Kamu tidak akan mengalami masalah ketika nge-play dengan full quality. Tapi yang merah dan kuning, bisa realtime bisa tidak. Tapi kalau dibandingkan keduanya, maka yang kuning kemungkinan realtime-nya lebih tinggi daripada yang merah.

Kalau masih bingung juga, pikirkan saja lampu merah di perempatan.

Kalau tidak ada lampu merah atau lampunya hijau, maka kendaraan kamu bisa jalan terus. Tapi kalau lampunya kuning atau merah, kamu harus siap-siap jalanan jadi lambat. Tapi dibandingkan lampu merah, lampu kuning lebih memungkinkan kamu untuk bisa jalan lebih lancar.

Klip-klip akan lebih banyak berwarna kuning kalau VGA Card kamu support GPU Acceleration, dan kamu aktifkan Memory Playback Engine (CUDA) atau (OpenCL).

Kondisi apa yang menyebabkan sebuah klip bisa merah atau kuning?

Kamu mungkin akan jarang menemukan klip yang tidak berwarna. Umumnya akan langsung berwarna merah atau kuning ketika kamu ‘cemplungkan’ ke sequence.

Tapi, ada baiknya kamu tahu dulu ini…

Sebetulnya kondisi paling ideal untuk editing adalah ketika semua file yang kamu masukkan ke sequence TIDAK BERWARNA. Proses editing akan sangat-sangat ringan, sekalipun menggunakan spek PC rendah. Karena Premiere tidak memerlukan proses render.

Sayangnya kondisi seperti ini akan jarang kamu temukan, karena syaratnya:

  1. Memiliki codec yang ‘bersahabat’ dengan editing
  2. Format sequence dan file-nya sama

Codec yang ‘bersahabat’ dengan editing maksudnya codec-codec yang ditujukan memang untuk editing. Contohnya MPEG-2, Apple Prores, DNxHD, DV, DVCPro.

Baca Segala Hal Tentang Codec Yang Wajib Diketahui Editor dan Videografer.

Sayangnya codec-codec ini hanya dijumpai pada kamera-kamera profesional, seperti yang dipakai oleh televisi dan film. Sedangkan DSLR, Mirrorless, GoPro, termasuk smartphone umumnya menggunakan codec H.264, yang tidak termasuk codec editing.

H.264 akan berwarna merah atau kuning di sequence.

Kalau PC atau Laptop kamu kurang ‘mumpuni’, kamu bisa mencoba mengkonversi semua material editing ke salah satu codec editing: MPEG-2, Apple Prores, atau GoPro Cineform. Proses editing akan menjadi sangat-sangat ringan.

Contoh kasus:

Di bawah adalah contoh file MXF dengan codec MPEG-2. File ini didapat dari kamera Sony PMW-200.

File ini tidak akan berwarna karena codec MPEG-2 memang codec yang ditujukan untuk editing. Itu pun dengan syarat sequence nya disamakan formatnya dengan filenya.

Ngedit dengan posisi seperti ini akan mulus banget. Karena Premiere tidak membutuhkan proses rendering saat playback.

Tapi kondisi di atas akan berubah ketika klip itu saya modifikasi.

Contoh ketika saya ubah scale nya. Sekarang klip itu berubah jadi merah.

Di sini Premiere seolah-olah memberi tahu:

“Klip ini sudah tidak sama lagi seperti sebelumnya. Saya harus mulai menambah kekuatan dari prosesor atau VGA untuk memutarnya”

Bisa realtime?

Dengan spek yang saya miliki, saya masih bisa memutarnya dengan lancar walaupun full quality. Itu karena perubahannya hanya sedikit, dan codec nya cukup simpel untuk Premiere.

Lain halnya ketika saya mulai menambah efek-efek berat pada klip itu. Maka suatu saat Premiere sudah tidak bisa “menghandle” lagi klip itu untuk diputar secara realtime. Maka saya akan mulai mengalami “tersendat-sendat” saat playback.

Artinya warna merah di sini sebagai warning awal bahwa kemungkinan klip itu tidak bisa diputar secara realtime. Dan itu tergantung seberapa banyak perubahan yang kita lakukan terhadap klip itu.

Tapi, klip itu berwarna merah karena saya menggunakan “Software Only” pada settingan Playback-nya (File > Project Settings > General).

Ketika saya ubah menjadi “Mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL)“, maka klip itu berubah jadi kuning.

Artinya kemampuan Premiere untuk memutarnya secara realtime akan bertambah.

Software Only artinya Premiere hanya akan menggunakan prosesor untuk render atau playback. Sedangkan GPU Acceleration, baik CUDA atau OpenCL, artinya Premiere akan dibantu GPU (VGA Card) untuk mempercepatnya.

Baca Apa Itu GPU Acceleration.

Kesimpulan

Secara sederhana, bagi Premiere berikut ini adalah urutan dari yang paling ringan ke paling berat ketika melakukan playback atau render:

  1. Tidak berwarna : Hanya untuk codec khusus editing, format sequence dan file sama, dan tanpa efek
  2. Hijau: Hanya kalau kamu render
  3. Kuning: Hanya kalau CUDA atau OpenCL aktif, dan efek yang digunakan termasuk “Accelerated Effect”
  4. Merah: Kalau ke tiga syarat di atas tidak terpenuhi

Tapi sekalipun klip berwarna merah, tidak ada jaminan tidak lancar, dan tidak ada jaminan juga lancar.

Sayangnya ketika tidak lancar, ada kebiasaan buruk editor: terlalu menyalahkan Premiere dan terlalu mengandalkan spek. Padahal menekan tombol Enter (render), bukanlah aib.

Leave a Reply