720p, 1080p, atau 4K? Mana Yang Sebaiknya Digunakan Saat Syuting?

720p, 1080p, dan 4K adalah tiga resolusi standar video yang ada di hampir semua kamera zaman now, dan dalam tayangan-tayangan video dan film.

Angka yang tertera mewakili ukuran video dalam piksel (panjang x lebar):

720p : 1280 x 720 piksel

1080p : 1920 x 1080 piksel

4K : 3840 x 2160 piksel

Untuk membacanya, perhatikan angka yang ditebalkan!

720p dan 1080p menyebutkan piksel vertikalnya. Sedangkan 4K menyebutkan piksel horisontalnya (4K=4000, maksudnya pikselnya sekitar 4000-an).

Disebut begitu supaya kita mudah mengenalinya.

Lihat perbandingan ukurannya di gambar ini.

Lalu, mana yang sebaiknya digunakan saat syuting?

Di sini kamu harus hati-hati. Jangan begitu saja tergoda oleh kemampuan kamera. Karena memilih resolusi bukan sekedar mencari yang paling ‘tajam’, tapi juga kita harus mencari yang paling kompatibel dan ringan.

Ukur kemampuan editing

Banyak pemula, ketika kameranya mampu menghasilkan resolusi 4K, biasanya ingin langsung menunjukkan kemampuan 4K nya. Karena dianggap itu yang paling bagus, yang paling tajam.

Ketika syuting, mungkin tidak ada masalah. Tapi lain ketika masuk editing.

Sederhana saja.. semakin tinggi resolusi, semakin berat diedit.

Ingat! Software editing harus memproses setiap piksel pada setiap frame. Semakin banyak pikselnya, otomatis semakin berat bebannya.

Kalau PC-mu tidak termasuk ‘high spec’, jangan coba-coba ngedit menggunakan 4K.

Coba perhatikan syarat minimal spek yang disarankan Adobe Premiere..

Yang dilingkari di atas hanya contoh dari sisi memori dan hard disk saja. Belum memperhitungkan prosesor dan VGA card.

Di situ disebutkan bahwa Adobe menyarankan memori 16 GB untuk HD (1080p) dan 32 GB untuk 4K. Dan disarankan menggunakan hard disk SSD untuk sistem.

Kalau spek PC-mu jauh di bawah ini, jangan pernah gunakan 4K. Karena kamu akan ‘berdarah-darah’ mengeditnya: hang, render berjam-jam, file corrupt, dsb.

Untuk laptop/PC standar, sebaiknya gunakan 1080p atau 720p. Karena itu akan jauh lebih aman dan lancar.

Bahkan sebaiknya gunakan 720p untuk produksi video biasa. Mengapa? Baca terus!

Di mana videomu akan tayang?

Secara umum.. video saat ini diproduksi lebih banyak untuk mobile, sosmed, dan Youtube.

Apakah kamu butuh kualitas 4K untuk hal tersebut? Bahkan 1080p pun mungkin tidak.

Cek fakta berikut:

  • Sampai saat ini tidak ada media yang menayangkan 4K, baik itu TV terestrial, TV kabel maupun streaming digital. Karena speed internet (atau bandwidth) untuk saat ini belum mampu menayangkan 4K dengan bitrate yang begitu tinggi (setidaknya di Indonesia). Bahkan 1080p pun sudah berat.
  • Cek quality saat kamu nonton Youtube (setting di pojok kanan bawah layar youtube). Berapa resolusi yang mampu diputarnya saat itu (pilihan dengan label ‘auto’)? Umumnya tidak sampai 720p.
  • Saat ini orang lebih banyak menonton di smartphone (cek grafik di bawah) daripada di desktop atau laptop. Ingat.. layar smartphone lebih kecil resolusinya daripada PC atau laptop.
  • Untuk menonton di smartphone rata-rata.. size video harus cukup kecil, sehingga ringan diputar dan tidak memboroskan memori (bahkan Whatsapp saja membatasi sharing file maksimal 16 MB).

Dengan kenyataan tersebut.. maka yang paling pas untuk kebutuhan tayang di smartphone, youtube, sosmed, dan sejenisnya adalah 720p.

Kecuali kamu ingin menyimpan stok footage original dalam resolusi tinggi (1080p atau 4K).. boleh saja kamu syuting dalam resolusi tinggi, lalu menurunkan resolusinya di editing sekedar untuk tayang di sosmed.

Tapi ingat saran di atas.. jangan paksakan kalau PC/Laptopmu tidak mampu mengedit dalam resolusi tinggi.

Perhatikan besar memori dan kecepatannya!

Banyak pemula tidak sadar bahwa kemampuan merekam tidak hanya tergantung dari kameranya, tapi juga dari memori card nya!

Semakin tinggi resolusi, semakin besar kecepatan yang dibutuhkan memori. Dan semakin boros juga memorinya.

Pertama, soal kecepatan.

Jangan sepelekan kecepatan memori! Kecepatan memori harus bersesuaian dengan kebutuhan bitrate video. Kalau tidak, rekaman video tersebut akan bermasalah.

Maka kamu harus membaca tingkat kecepatan atau kelas memori, dan perhitungkan apakah mampu merekam dalam 1080p atau 4K? Baca Cara membaca kode memory card!

Kalau memorimu kategori standar, paling aman gunakan 720p.

Kedua, soal size.

Pakai logika saja: Film yang kamu download dari internet.. bukankah ukuran 1080p pasti lebih besar filenya daripada 720p?

Maka file yang dihasilkan di kamera pun sama.

Misalnya dengan memori 32GB kamu hanya bisa merekam maksimal 2 jam untuk 1080p, sedangkan dengan 720p kamu bisa merekam sampai 3 jam.

Apalagi 4K, baru merekam beberapa menit saja sudah kehabisan memori.

Kesimpulan

Dari tiga faktor di atas (kemampuan editing, di mana akan tayang, dan kecepatan/size memori).. kamu harusnya sudah bisa mengira lebih baik menggunakan 720p, 1080p, atau 4K.

Yang paling mudah adalah.. untuk siapa apa kamu membuat video?

Kalau untuk dokumentasi pribadi, posting di sosial media, dan Youtube.. 720p sudah cukup.

Dengan 720p, proses perekaman sampai editing, kamu tidak akan mengalami banyak masalah.

Tapi kalau kamu ingin meningkatkan kualitasnya dengan memilih resolusi tinggi (1080p sampai 4K), pastikan kamu rela meng-upgrade alat tempurmu: beli memori kecepatan tinggi dan updgrade PC.

Leave a Reply